Khotbah Ekspositori: Ekspresikan Kasihmu kepada-Nya (Mazmur 150:1-6)
Oleh: Franky Rosevelth
Pokok : Biarlah Semua Yang Bernafas Memuji Dia.
Kaltem : Sebagai Makhluk Ciptaan-Nya, kita Harus Memuji Dia.
Arah : Bagaimana ?
Pendahuluan :
“Sebagai orang Kristen yang berkemenangan dan yang telah ditebus dari dosa, kita wajib mensyukurinya dalam kehidupan kita hari lepas hari. Baik itu dalam keadaan suka maupun duka, baik atau tidak baiknya keadaan kita, dan lain sebagainya.
Ucapan syukur yang kita naikan kepada Tuhan-pun beraneka macam entah itu melalui doa, perbuatan baik (kasih) kita kepada sesama, saat teduh, penyembahan, pujian dan lain sebaginya. Salah satu respon kita terhadap kasih-Nya yang dilimpahkan kepada kita adalah dengan memuji-Nya lewat pujian dan penyembahan kita kepada-Nya.
“Ekspresikan kasihmu kepadaNya”adalah merupakan judul khotbah say kali ini.”
Kalper :
Sebagi makhluk ciptaanNya, kita wajib mengekspresikan kasih kita sehari-hari kepadaNya lewat music dan pujian kita kepadaNya. Bagaimana agar kita memujiNya ??
1. Mencari HadiratNya (ay 1);
• Artinya : Saat kita memuji Tuhan, kita harus benar-benar mencari dan menemukan hadiratNya. hadiratNya penuh dengan kekudusan dan berada diatas kekuatan cakrawalaNya.
• Label : Raja Daud dalam segala kemewahan kekayaan dan kemegahannya rela meninggalkan semuanya itu datang dan mencari hadirat Allah untuk memuji dan bersuka cita dihadapanNya dalam segala kekudusanNya.
• Pujilah Allah dalam tempat KudusNya, adalah satu kalimat perintah dari pemazmur yang mana menganjurkan agar kita memuji Allah di tempat KudusNya, yaitu sorga mulia yang cakrawalaNya penuh dengan kekuatan. Yaitu kekuatan yang mampu membawa kita keluar dari segala kesedihan dan persoalaan yang sedang kita alami.
• Ilustrasi : Orang yang berhasil dalam menyelesaikan studinya, pasti ia akan mencari tempat yang nyaman, indah bahkan mewah untuk dipakai sebagai tempat untuk mengadakan syukuran.
• Aplikasi : Dalam Setiap pujian dan Penyembahan yang kita menngekspresikannya kepada Tuhan, harus pada tempatnya.
2. Mengapa kita harus memuji-Nya ? (ay 2)
• Pemazmur menganjurkan kepada kita agar memujiNya dalam keperkasaanNya. Karena keperkasaanNya itulah yang telah menebus dan menyelamatkan kita dari semua musuh-musuh kita.
• Kita harus memujiNya karena Dia telah memberikan yang terbaik dalam hidup kita. Dengan segala kebesaranNya Dia menegakkan kepala kita dan melayani kita dengan kasihNya yang besar itu, karena kasihNya pula Ia mau menyelamatkan kita.
• Ilustrasi : Para prajurit yang pulang dari medan pertempuran dan membawa kemenangan besar, tentu yang akan dipuji adalah komandannya, atau satu tim sepak bola yang baru saja memboyong piala juara, maka pelatihnya akan disanjung-sanjung.
• Aplikasi : Kita adalah manusia yang penuh dengan keterbatasan, tetapi kita jangan menjadikan itu sebagai alasan untuk tidak memuji Tuhan.
3. Gunakanlah segala sesuatu untuk memujiNya (ay 3-5)
• Dengan apa kita memuji Tuhan ?
• Dengan segala bunyi-bunyian kita datang menghampiri tahta kekudusanNya. Entah itu music maupun suara kita. Tiupan sangkakala, seruling adalah kita harus menggunakan mulut dan nafas kita untuk memujiNya, gambus dan rebana berarti kita menggunakan segala ketrampilan kita melalui tangan kita untuk memujinya, tari-tarian berarti, pemazmur mau agar kita menggunakan kaki dan seluruh tubuh kita dengan penuh ekspresi dan penuh sukacita untuk memuliakan Tuhan.
• Bukan hanya roh kita yang memuji Tuhan, tetapi seluruh tubuh, jiwa juga ikut memuji Tuhan.
• Ilustrasi : Gereja Kharismatik dan gereja Protestan. Ada perbedaan yang menyolok dalam hal memuji Tuhan.
• Aplikasi : Segala yang kita miliki adalah dari Allah, entah itu harta, kekuatan, kepintaran, kecantikan, ketampanan, dll. Sebab itu apa salahnya jika kita menggunakan semua itu untuk hormat dan kemuliaan nama Tuhan ?
4. Siapa saja yang memuji-Nya ? (ay 6)
• Biarlah segala yang bernafas memuji Tuhan !
• Segala yang bernafas meliputi manusia, hewan dan tumbuhan tanpa terkecuali !
• Kita sebagai makhluk yang paling mulia, kita harus mengekspresikan terima kasih kita buat segala kebaikanNya bagi kita lewat, music, pujian dan tari-tarian. Jika kita tidak memuji Tuhan maka, Tuhan sanggup untuk menyuruh batu-batu yang memuji Dia (Luk 19:40).
Penutup :
Jika, seandainya batu-batu yang memuji Tuhan, bagaimana perasaan anda ???? Haleluya, Amiiiinn… !!
Kamis, 17 Juni 2010
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

Aku tunggu saran dan kritik yang membangun dari para pembaca sekalian...!
BalasHapusAmin...GBU All...!!